OPEN MIND

Banyak yang beranggapan bahwa SEKOLAH ALAM identik dengan sekolah yang belajarnya di alam.. padahal lebih jauh dari itu, sekolah alam adalah sekolah yang mengajarkan tentang kehidupan sejatinya.. bukan sekedar transfer ilmu (baca: belajar tuntas akademik) yang tempatnya di alam terbuka.
Sekedar open mind, agar tidak salah paham tentang sekolah alam bahwa yang kami ajarkan adalah:

1. Akhlaqul karimah.
Sekolah alam khususnya Sapa adalah SEKOLAH ISLAM yg mengutamakan pengajaran akhlaq dgn metode keteladanan dan pembiasaan yg mengacu kepada prinsip bahwa kita adalah abdullah (hamba Allah), khalifatullah fil ardh (khalifah di muka bumi) dan rahmatan lil alamin (menjadi rahmat bagi semesta alam).

2. Logika ilmu.
Anak-anak yang diasah logika berpikirnya akan lebih kritis dalam berpikir dan mandiri dallm belajar. Metode yang diajarkan dengan Belajar Bersama Alam, dimana alam dijadikan pusat sumber belajar utama dengan konsep menyelamatkan alam dan memanfaatkan alam sebagai pembelajaran.

3. Leadership.
Mengasah jiwa kepemimpinan yang kokoh dan baik. Metode ini diajarkan dgn cara outward bound (termasuk renang, memanah dan berkuda), ekspedisi dan survival in city. “Kids jaman now” butuh bergerak agar fisik dan jiwa mereka terlatih dalam menghadapi tantangan zaman. Mengasah jiwa leadership menjadikan anak-anak mampu menjadi problem solver bukan trouble maker.

4. Enterpreneurship.
Melatih kewirausahaan sejak dini melahirkan jiwa-jiwa pejuang yang siap menghadapi tantangan hidup tanpa ketergantungan (hidup mandiri). Menjadi pengusaha bukan sekedar ‘nyunnah’ tapi juga mengurangi antrian pencari kerja akibat minimnya skill dan pengalaman hidup. Metode yang diajarkan adalah project based learning, magang, live in, home stay, dan learn from maestro.

Begitu banyak portopolio (baca: pengalaman hidup) yg mereka rasakan andai semua sekolah mengadopsi konsep ini.

“Sepanjang sekolahnya adalah kehidupan dan sepanjang hidupnya adalah sekolah..” karena mereka belajar dari pengALAMan.

By Direktur Sekolah Alam Palembang : Nurbaiti Ekasari

Comments

comments